BREAKING NEWS

Kabut Tipis Selimuti Selayar, Asap Kiriman Kalimantan atau Asap Pembakaran Arang dan Lahan Perkebunan?



Seputarselayar.id |Kepulauan Selayar- Fenomena kabut tipis yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian warga.Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul kabut, termasuk dugaan adanya asap kiriman karhutla Kalimantan atau asap pembakaran arang dan lahan perkebunan di sekitar permukiman.

Dugaan tersebut menjadi perhatian setelah adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengenai potensi terbawanya partikel asap karhutla dari Kalimantan menuju wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam keterangan yang dikutip dari Selayarnews.com, Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, pada 3 Oktober 2026 menjelaskan bahwa hasil pengamatan kualitas udara dalam beberapa hari sebelumnya menunjukkan peningkatan konsentrasi partikel pencemar. Kemungkinan masuknya asap dari Kalimantan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam analisis kondisi tersebut.

BMKG juga melaporkan bahwa berdasarkan citra satelit Himawari pada 7 Oktober 2026, sebaran asap terpantau di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk sebagian wilayah Sulawesi. Pada waktu yang sama, sebanyak 364 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kalimantan.

Meski demikian, keberadaan sebaran asap di tingkat regional belum dapat memastikan bahwa kabut tipis yang terlihat di Kepulauan Selayar berasal dari Kalimantan.

Di sisi lain, warga juga mempertanyakan kemungkinan adanya aktivitas pembakaran di sekitar permukiman, termasuk pembakaran arang yang berpotensi menghasilkan asap dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Salah seorang warga berharap sumber kabut tersebut dapat segera dipastikan melalui pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut.

“Kalau memang asap kiriman dari Kalimantan, tentu perlu diketahui bagaimana dampaknya terhadap kualitas udara di Selayar. Namun, kalau ternyata berasal dari pembakaran arang atau aktivitas pembakaran lain yang dekat dengan permukiman, itu juga perlu diperhatikan karena asapnya bisa mengganggu warga,” demikian tanggapan yang dapat digunakan setelah dikonfirmasi kepada warga setempat.

Hingga kini, sumber pasti kabut tipis tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pengamatan arah angin, citra satelit terkini, serta pengukuran kualitas udara di wilayah Kepulauan Selayar.

masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan sumber kabut tipis yang menyelimuti wilayah Kepulauan Selayar. Apakah fenomena tersebut merupakan dampak asap kiriman dari Kalimantan atau berasal dari aktivitas pembakaran di sekitar permukiman, masih perlu dipastikan melalui data dan pemeriksaan di lapangan.

Posting Komentar