BREAKING NEWS

Kapus Pasittallu dan Bidan Klarifikasi Kasus Persalinan Berisiko Tinggi, Rujukan Disebut Telah Disarankan Sejak Usia Kandungan 6 Bulan



SS.id |Kepulauan Selayar— Menanggapi perhatian publik terkait meninggalnya seorang ibu dan bayinya saat proses persalinan, pihak Puskesmas Pasittallu bersama Bidan Marfiani menyampaikan klarifikasi dan kronologi penanganan medis yang telah dilakukan sejak masa kehamilan.


Kepala Puskesmas Pasittallu menjelaskan bahwa korban merupakan warga asal Tarupa dengan usia 39 tahun, yang secara medis termasuk dalam kategori kehamilan berisiko tinggi, terutama untuk persalinan normal.


“Sejak usia kehamilan 6 bulan, korban sudah menjalani pemeriksaan dan hasilnya menunjukkan posisi janin melintang. Saat itu sudah kami arahkan agar segera dirujuk ke Selayar karena fasilitas di sini belum memadai untuk menangani kondisi tersebut,” jelas Kapus Pasittallu.


Namun, pada pemeriksaan bulan berikutnya, kondisi posisi janin masih belum berubah. Meski demikian, pihak keluarga memilih untuk tetap bertahan dengan harapan posisi bayi akan berubah seiring bertambahnya usia kandungan.


“Bulan berikutnya kondisinya masih sama. Kami kembali menyarankan rujukan, tetapi keluarga beralasan siapa tahu posisi bayi sudah berubah,” tambahnya.


Hingga memasuki usia kehamilan 9 bulan, korban masih berada di wilayah setempat dan belum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Pihak puskesmas menilai bahwa saran dan imbauan medis yang telah disampaikan sejak awal belum sepenuhnya diindahkan oleh keluarga korban.


Sementara itu, Bidan Marfiani selaku tenaga kesehatan yang menangani persalinan menyampaikan bahwa pada malam kejadian sekitar pukul 22.00 WITA, rencana rujukan kembali diupayakan. Namun, suami korban menolak rujukan dengan alasan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, di mana angin dan ombak laut saat itu cukup besar, serta pertimbangan waktu malam hari.


“Atas penolakan tersebut, kami membuatkan surat pernyataan tidak dirujuk dan ditandatangani langsung oleh suami pasien,” ujar Bidan Marfiani.


Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi semua pihak, khususnya terkait penanganan kehamilan berisiko tinggi di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses dan sarana kesehatan. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh dari Dinas Kesehatan setempat agar sistem rujukan dan edukasi keluarga pasien dapat lebih diperkuat ke depan.


Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih diharapkan memberikan keterangan resmi lanjutan guna memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.

Posting Komentar