CFN Benteng Jadi Etalase Parkir Gagal, Warga Menanggung Risiko
SeputarSelayar.id |Kepulauan Selayar -Terungkapnya kasus pencurian kamera digital di area Car Free Night (CFN) Benteng oleh Polres Kepulauan Selayar justru membongkar persoalan yang selama ini dibiarkan: parkir berbayar tanpa jaminan keamanan.
Peristiwa itu memicu kemarahan publik. Sorotan mengarah pada praktik parkir di ruang publik yang memungut bayaran, namun abai terhadap keselamatan kendaraan pengunjung. Di lokasi ramai, dekat fasilitas publik, aksi pencurian tetap leluasa terjadi.
“Kalau sudah bayar parkir tapi masih kehilangan, ini namanya pungutan tanpa tanggung jawab,” ujar SR, warga Benteng, Senin (26/1/2026).
Warga menilai, keberadaan juru parkir selama ini lebih berfungsi sebagai penarik uang ketimbang pengawas keamanan. Banyak jukir disebut hanya muncul di awal dan akhir, tanpa kontrol aktif di area parkir yang mereka klaim sebagai wilayah kerja.
Kondisi ini justru semakin disorot karena sistem parkir di lokasi tersebut bersifat resmi, menggunakan karcis, dan memiliki penanggung jawab area. Dengan sistem seperti itu, masyarakat menilai seharusnya ada jaminan pengawasan, sehingga ketika terjadi kehilangan, pemilik kendaraan tidak dibiarkan menanggung risiko seorang diri.
Praktik semacam ini dinilai sebagai bentuk pembiaran oleh pemerintah daerah. Padahal, parkir berbayar baik yang dilegalkan maupun yang tumbuh liar telah menjadi aktivitas ekonomi di ruang publik yang seharusnya diatur, diawasi, dan dipertanggungjawabkan.
“Parkir itu jasa, bukan sekadar lahan kosong. Kalau uang ditarik, maka ada kewajiban melindungi,” kata pengamat kebijakan publik lokal.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait segera mengevaluasi total sistem parkir di Kepulauan Selayar, khususnya di pusat keramaian seperti CFN. Tanpa pembenahan serius, parkir berbayar tak lebih dari praktik pungutan yang melegitimasi kerugian warga.


.jpg)
