Bontotangnga Geser Arah Pertanian, Penanaman Padi Perdana Jadi Titik Balik Desa
Font Terkecil
Font Terbesar
SeputarSelayar.id |SELAYAR — Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, terus menunjukkan kemajuan di sektor pertanian setelah berhasil mengembangkan lahan sawah padi yang kini telah beberapa kali panen. Keberhasilan ini menandai perubahan signifikan dari pola pertanian sebelumnya yang didominasi komoditas jagung dan hortikultura.
Pengembangan sawah padi yang berlokasi di Dusun Tanaharapan tersebut menjadi bukti bahwa diversifikasi pertanian yang dijalankan desa bukan sekadar wacana, melainkan telah memberikan hasil nyata bagi petani. Panen yang berulang menunjukkan bahwa lahan dan sistem budidaya padi di wilayah ini tergolong layak dan berkelanjutan.
Pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan berperan penting dalam proses adaptasi petani, mulai dari pengolahan lahan, pola tanam, hingga perawatan tanaman. Sebagian besar petani sebelumnya belum terbiasa mengelola sawah, sehingga pendampingan teknis menjadi kunci keberhasilan.
Kepala Desa Bontotangnga, Kamiruddin, menyampaikan bahwa keberhasilan panen padi ini memperkuat keyakinan desa untuk terus mengembangkan sektor pertanian pangan. Menurutnya, ketergantungan pada satu jenis komoditas berisiko terhadap fluktuasi harga dan cuaca, sementara padi memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan masyarakat.
“Alhamdulillah, sawah yang ada sudah beberapa kali panen. Ini menjadi bukti bahwa pertanian padi bisa berkembang di Bontotangnga dan memberi manfaat langsung bagi petani,” ujarnya.
Selain meningkatkan pendapatan, keberadaan sawah padi juga berkontribusi pada ketersediaan pangan lokal. Petani tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga, sehingga desa lebih siap menghadapi ketidakpastian pasokan pangan.
Meski demikian, pengembangan pertanian padi di Desa Bontotangnga tetap memerlukan pengelolaan yang konsisten agar keberlanjutan produksi dapat terjaga. Sejauh ini, kebutuhan dasar seperti ketersediaan air telah didukung dengan adanya sumur bor, serta bantuan sarana pertanian yang menunjang aktivitas petani. Pemerintah desa berharap fasilitas yang telah ada tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal melalui kerja sama yang berkelanjutan antara petani, penyuluh, dan pihak terkait.
Keberhasilan Desa Bontotangnga mengelola pertanian padi hingga beberapa kali panen menjadi contoh bahwa desa mampu bertransformasi melalui perencanaan, pendampingan, dan keberanian mengubah pola pertanian menuju kemandirian pangan.


.jpg)
