BREAKING NEWS

Setelah Tongkang Hantam Stasiun Tsunami, Kini Truk Pengangkut Pasir Dikeluhkan Warga di Pelabuhan Selayar


 

SS.id |KEPULAUAN SELAYAR — Belum selesai sorotan terhadap tongkang bermuatan pasir yang menghantam stasiun pasang surut pendeteksi dini tsunami di Pelabuhan Benteng, kini warga kembali mengeluhkan aktivitas truk pengangkut pasir dari kapal tersebut. Muatan pasir yang berlebihan membuat material berhamburan di sekitar area pelabuhan dan jalan umum.


Beberapa warga yang melintas di kawasan pelabuhan membenarkan adanya tumpukan pasir di badan jalan. “Pasirnya banyak berserakan, kayaknya dari mobil yang muat di kapal. Jalan jadi licin dan kotor,” ujar salah seorang warga, Kamis (23/10).


Informasi di lapangan menyebut, pasir dari tongkang diturunkan dan dimuat ke truk-truk. Aktivitas bongkar muat ini dilakukan setelah tongkang bermuatan pasir dari tarikan kapal TB SLM 304 yang bersandar di pelabuhan Benteng.


Meski sebelumnya stasiun pasang surut rusak akibat insiden tongkang, aktivitas bongkar muat tetap berlangsung tanpa pengawasan ketat. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai peran Syahbandar dan pengelola pelabuhan dalam memastikan keselamatan dan ketertiban di area tersebut.


Warga meminta agar aparat dan instansi terkait segera menindak tegas pengusaha angkutan maupun pihak perusahaan penerima pasir yang tidak mematuhi standar keselamatan dan kebersihan lingkungan pelabuhan. Selain membahayakan pengguna jalan, tumpahan pasir juga dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan pascakejadian tongkang yang sebelumnya sudah menimbulkan kerugian besar bagi fasilitas negara.


“Belum selesai urusan kapal yang tabrak alat tsunami, sekarang muncul lagi masalah dari mobil-mobilnya. Harusnya pelabuhan ini diawasi betul,” tutur seorang warga lainnya.


Sorotan publik kini tak hanya tertuju pada kelalaian saat kapal bersandar, tetapi juga pada rantai distribusi pasir yang terkesan bebas tanpa kontrol. Pemerintah daerah dan otoritas pelabuhan diharapkan segera turun tangan melakukan penertiban agar pelabuhan tidak kembali menjadi sumber masalah bagi keselamatan dan lingkungan.

Posting Komentar