BREAKING NEWS

Cinta Selayar dengan Cara Berbeda, Ketua KNPI Selayar Dorong Sayembara Logo Hari Jadi ke-421


Seputarselayar.id |Kepulauan Selayar - Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Selayar ke-421, Ketua DPD KNPI Kepulauan Selayar, Akbar Putra, menyarankan agar pemerintah daerah membuka sayembara desain logo resmi hari jadi.


Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar persoalan estetika dan identitas visual, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap daerah, sejarah, budaya, serta kreativitas masyarakat Selayar.


“Hari Jadi Selayar ke-421 tidak lama lagi. Sebaiknya logo peringatannya disayembarakan secara terbuka agar masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi dan berkontribusi bagi daerahnya sendiri. Ini juga merupakan bentuk penghargaan terhadap Selayar sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya, dan identitas yang patut dibanggakan,” ujar Akbar Putra.


Ia menilai, sayembara logo dapat menjadi ruang demokratis yang mempertemukan gagasan, kreativitas, dan kecintaan masyarakat terhadap daerah. Pemerintah tidak semestinya hanya menempatkan masyarakat sebagai penonton dalam perayaan hari jadi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat dalam proses pembentukan simbol dan narasi kebanggaan daerah.


Menurut Akbar, peringatan hari jadi bukan semata-mata agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut seharusnya menjadi ruang refleksi kolektif untuk menakar perjalanan pembangunan, mengevaluasi capaian, serta merumuskan arah masa depan Kepulauan Selayar.


“Usia 421 tahun bukan sekadar angka untuk dirayakan. Di dalamnya ada sejarah, perjuangan, identitas, dan tanggung jawab antargenerasi. Karena itu, peringatannya harus memiliki makna substantif, bukan berhenti pada kemeriahan seremoni.”


Ia juga menegaskan bahwa proses sayembara perlu dilaksanakan secara transparan, inklusif, dan profesional. Pemerintah daerah dapat melibatkan seniman, desainer grafis, akademisi, budayawan, komunitas kreatif, serta generasi muda dalam proses penilaian agar logo terpilih benar-benar merepresentasikan karakter dan cita-cita masyarakat Selayar.


Akbar berharap, sayembara tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kapasitas intelektual dan kreativitasnya. Apalagi, identitas visual sebuah perayaan daerah semestinya tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga memiliki landasan filosofis yang kuat serta merepresentasikan kekhasan sejarah, kebudayaan, maritim, dan potensi Kepulauan Selayar.


“Jangan sampai masyarakat hanya diminta hadir ketika perayaan berlangsung, tetapi tidak diberi ruang untuk ikut menentukan bagaimana daerahnya direpresentasikan. Partisipasi publik harus menjadi prinsip dalam membangun kebanggaan daerah,” tegasnya.


Lebih jauh, Ketua KNPI Selayar itu mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu menjadikan Hari Jadi ke-421 sebagai momentum memperkuat orientasi pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kebanggaan terhadap sejarah harus berjalan beriringan dengan komitmen memperbaiki pelayanan publik, memperluas kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.


“Mencintai daerah tidak cukup dengan memasang slogan dan menyelenggarakan seremoni. Kecintaan itu harus diwujudkan melalui partisipasi, gagasan, kritik yang konstruktif, dan kerja nyata. Selayar membutuhkan perayaan yang membanggakan, tetapi lebih dari itu, Selayar membutuhkan masa depan yang semakin baik bagi seluruh masyarakatnya.”


Akbar berharap usulan sayembara logo ini dapat menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam mempersiapkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Selayar ke-421. Baginya, perayaan yang bermakna adalah perayaan yang tidak hanya dikenang karena kemeriahannya, tetapi juga karena mampu menghadirkan rasa memiliki, memperkuat identitas, dan menumbuhkan optimisme kolektif terhadap masa depan daerah.

Posting Komentar