BREAKING NEWS

Rp15 Miliar Bantuan Gubernur untuk Selayar, Warga Desa Bontotangnga Harap Jalan dan Jembatan Tanabau–Baera Jadi Prioritas


 

Seputarselayar.id |Kepualauan Selayar– Bantuan keuangan sebesar Rp15 miliar yang diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memunculkan harapan baru bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar. Salah satu yang paling mendesak adalah kondisi jalan poros Tanabau–Baera di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, serta jembatan darurat yang kini menjadi satu-satunya akses penghubung warga setelah robohnya jembatan utama pada akhir tahun lalu. 


Bantuan Rp15 miliar tersebut diberikan untuk mendukung program prioritas pembangunan daerah yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya sektor infrastruktur dan penguatan ekonomi lokal. Gubernur bahkan memberikan keleluasaan kepada Pemerintah Kabupaten Selayar untuk menentukan kebutuhan yang dianggap paling mendesak. 




Bagi masyarakat Desa Bontotangnga, kebutuhan mendesak itu sudah sangat jelas. Pada Desember 2025, jembatan penghubung utama Tanabau–Baera ambruk akibat kerusakan yang dipicu cuaca ekstrem dan kikisan arus sungai. Akibatnya, akses transportasi warga lumpuh dan aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok terganggu. Pemerintah kemudian membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan. 


Namun, enam bulan setelah kejadian tersebut, warga mulai mengkhawatirkan kondisi jembatan darurat yang terus menanggung beban lalu lintas harian. Sejumlah warga menyebut konstruksi sementara itu mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas dan goyangan saat dilalui kendaraan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan jika tidak segera dilakukan penanganan permanen.


Tidak hanya jembatan, ruas jalan poros Tanabau–Baera juga menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan jalan yang telah berlangsung lama dinilai memperburuk akses warga menuju pusat pemerintahan, sekolah, dan layanan publik lainnya.


Karena itu, masyarakat berharap sebagian dana bantuan Rp15 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat diarahkan untuk pembangunan kembali jembatan permanen serta peningkatan kualitas jalan poros Tanabau–Baera. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar masyarakat di wilayah Bontoharu.


Jika bantuan tersebut benar-benar difokuskan pada kebutuhan paling mendesak masyarakat, maka pembangunan jembatan permanen dan perbaikan jalan poros Tanabau–Baera dapat menjadi salah satu langkah nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Sebab, bagi masyarakat setempat, konektivitas bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan kebutuhan sehari-hari yang menentukan kelancaran hidup mereka.

Posting Komentar