BREAKING NEWS

Khutbah Idul Fitri di Tanabau: Irwan Sahar Tekankan Kemerdekaan Spiritual dan Kepedulian Sosial


SeputaSelayar.id |Tanabau-Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Iman, Dusun Tanabau, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai khatib, Irwan Sahar menyampaikan pesan mendalam tentang makna Ramadhan sebagai proses pembentukan jiwa dan spiritualitas manusia.


Dalam khutbahnya, Irwan Sahar menegaskan bahwa Ramadhan sejatinya merupakan riyadhah ruhaniyah atau latihan batin yang mengasah kepekaan manusia. Menurutnya, melalui lapar dan dahaga, umat Islam diajak untuk menyadari bahwa hidup tidak selalu harus tunduk pada keinginan.


“Dalam menahan lisan dan amarah, manusia belajar bahwa kebebasan sejati bukanlah tanpa kendali, melainkan kemampuan untuk menguasai diri,” ungkapnya di hadapan jamaah.


Ia menjelaskan, pada tahap tersebut manusia akan mencapai kemerdekaan batin dan spiritual, yaitu kondisi ketika seseorang tidak lagi diperbudak oleh keserakahan, ambisi yang tak terkendali, serta egoisme yang menyesakkan. Sebaliknya, manusia mampu menjadi “tuan” atas dirinya sendiri.


Lebih lanjut, Irwan Sahar memaknai Idul Fitri sebagai sebuah deklarasi kemerdekaan jiwa. “Idul Fitri adalah penegasan bahwa manusia telah kembali kepada fitrahnya—bersih, jernih, dan lapang,” jelasnya.


Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam yang substansial, kemerdekaan spiritual tidak berhenti pada aspek personal semata. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sosial sebagai bentuk nyata dari kesalehan.


“Kesalehan tidak cukup menjadi pengalaman batin yang privat, tetapi harus menjadi energi sosial yang menghadirkan keadilan dan kepedulian,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya jalan sunyi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, melainkan juga sarana untuk mengasah empati terhadap sesama, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.


Di tengah kondisi sosial saat ini, di mana masih banyak masyarakat yang bergelut dengan kemiskinan, pesan tersebut dinilai sangat relevan. Jamaah diharapkan mampu menjadikan semangat Ramadhan sebagai pijakan untuk membangun solidaritas dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.


Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Iman sendiri diikuti oleh ratusan jamaah dari Dusun Tanabau dan sekitarnya, yang tampak antusias dan khusyuk mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.

Posting Komentar