Tinjau Posko KLM Nurul Salsa, Kapolres Selayar Perbarui Data Korban dan Pastikan Penanganan Berjalan Optimal
Seputarselayar.id | Kepulauan Selayar– Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., meninjau dua posko penanganan kecelakaan laut KLM Nurul Salsa, Senin (20/7/2026), guna memastikan proses pendataan korban, pelayanan kepada keluarga korban, serta koordinasi lintas instansi berjalan optimal. Selain memantau perkembangan operasi pencarian, Kapolres juga mendalami perkembangan proses penyelidikan atas peristiwa tenggelamnya kapal tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar AKP Dr. Sukarman serta Kasi Propam Polres Kepulauan Selayar IPDA La Ode Muh. Asman. Dua posko yang dikunjungi yakni Posko Center Polres Kepulauan Selayar di Mapolres Kepulauan Selayar dan Posko DVI Ante Mortem Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Terminal Pelabuhan Benteng.
Di Posko Center Polres, Kapolres menerima paparan perkembangan terbaru terkait proses pencarian korban, pendataan penumpang, serta koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan. Selanjutnya, di Posko DVI Ante Mortem, Kapolres meninjau langsung pelayanan terhadap keluarga korban, termasuk proses pengumpulan data ante mortem yang menjadi bagian penting dalam upaya identifikasi apabila ditemukan korban.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin (20/7/2026), jumlah keseluruhan penumpang KLM Nurul Salsa tercatat sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut, 59 orang telah ditemukan, terdiri atas 1 orang nahkoda selamat, 7 orang anak buah kapal (ABK) selamat, 50 orang penumpang selamat, serta 1 orang penumpang meninggal dunia yang diduga akibat sakit jantung.
Sementara itu, hingga saat ini masih terdapat 17 orang korban yang masih dalam pencarian. Operasi pencarian terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur guna memperluas area penyisiran di lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya para korban.
Dalam operasi pencarian tersebut, sedikitnya 178 personel diterjunkan, terdiri atas 30 personel Kodim 1415/Selayar, 50 personel Polres Kepulauan Selayar, 30 personel Kantor Syahbandar Kepulauan Selayar, 30 personel Basarnas Sulawesi Selatan, 30 personel gabungan Pemadam Kebakaran dan Dinas Perhubungan Kepulauan Selayar, serta 8 personel DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan.
Selain dukungan personel, sejumlah armada laut juga terus dioperasikan dalam misi pencarian, yakni KRI Marlin-877, KRI Hiu-634, KM Harapan Kita, KN SAR Kamajaya 104, KN SAR Pacitan 102, dan KN SAR Punta Dewa.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga mengungkapkan bahwa proses penyelidikan atas insiden tenggelamnya KLM Nurul Salsa terus berjalan. Tim penyidik Satreskrim Polres Kepulauan Selayar telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.
“Kami sudah melakukan penyelidikan oleh tim penyidik. Saat ini nahkoda dan ABK sudah diperiksa dan diamankan di Polsek Pasimasunggu. Nanti tentunya kita akan merilis hasilnya,” ungkap AKBP Didid Imawan.
Kapolres menegaskan, proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan keterangan para saksi, termasuk nahkoda dan anak buah kapal yang selamat. Hasil penyelidikan nantinya akan disampaikan secara resmi kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan.
Ia juga meminta seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tetap mengoptimalkan koordinasi di lapangan, sekaligus memastikan pelayanan kepada keluarga korban terus diberikan secara maksimal. Kapolres berharap seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar dari orang-orang tercinta.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung, sementara proses penyelidikan juga terus dilakukan secara paralel oleh tim penyidik Polres Kepulauan Selayar guna mengungkap penyebab pasti tenggelamnya KLM Nurul Salsa.
(Humas Polres)



.jpg)
