Pangdam Hasanuddin Terkesan Sholat Berjamaah di KRI Marlin-877 Bersama Dankodaeral VI
Seputarselayar.id |Selayar-Ombak Selat makassar mengiringi laju KRI Marlin-877 yang perlahan meninggalkan Dermaga Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat sore (22/5/2026). Di atas kapal perang itulah, sebuah pemandangan sederhana namun penuh makna terlihat: para prajurit, pejabat, hingga petinggi TNI berdiri dalam satu saf melaksanakan sholat berjamaah di tengah laut lepas.
Tak ada sekat jabatan. Tak ada perbedaan pangkat. Yang terlihat hanya barisan rapi manusia-manusia yang menundukkan kepala kepada Tuhan, di atas geladak kapal perang yang terus membelah ombak menuju Makassar.
Perjalanan itu menjadi penutup kunjungan kerja Komandan Kodaeral VI Makassar, Andi Abdul Aziz, di tanah kelahirannya sendiri. Bagi masyarakat Selayar, ia bukan sekadar perwira tinggi TNI AL, tetapi juga putra daerah yang tak pernah benar-benar meninggalkan kampung halamannya.
Menjelang kapal keluar dari perairan Selayar, Andi Abdul Aziz tampak berdiri di sisi kapal memandangi daratan yang perlahan menjauh. Laut sore itu seolah membawa kembali ingatannya ke masa kecil.
“Melihat Selayar dari laut seperti ini selalu mengingatkan saya pada masa kecil,” ujarnya mengenang hari-hari saat bermain di pesisir dan memandang kapal-kapal melintas dari kejauhan.
Kini, bocah pesisir itu kembali melintasi laut yang sama, bukan lagi sebagai anak kecil yang memandang kapal dengan kagum, melainkan sebagai seorang laksamana yang datang membawa program, perhatian, dan harapan untuk daerah kepulauannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melalui Kodaeral VI aktif menghadirkan berbagai kegiatan di Selayar. Mulai dari bakti sosial, pengobatan gratis, donor darah, sunatan massal, penanaman pohon, hingga program ketahanan pangan lewat penanaman kedelai Migo AL 1-89. Pada kunjungan kali ini, rombongan juga meninjau rencana pembangunan pangkalan TNI AL di Selayar yang diproyeksikan memperkuat pengawasan wilayah maritim selatan Sulawesi.
Turut dalam pelayaran tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, mengaku terkesan bisa berlayar bersama KRI Marlin dan merasakan pengalaman sholat berjamaah di tengah laut.
Suasana religius di atas kapal perang itu pun menjadi salah satu momen paling membekas dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut. Di tengah suara mesin kapal dan hembusan angin laut, seluruh rombongan berdiri sejajar dalam satu barisan, menunjukkan bahwa di hadapan Tuhan, semua manusia memiliki kedudukan yang sama.
KRI Marlin-877 dijadwalkan tiba di Makassar sekitar pukul 21.00 WITA, menutup perjalanan pulang seorang putra Selayar yang sejauh apa pun berlayar, tetap tak pernah lupa arah pulang ke kampung halamannya.
Sumber:Selayarnews.com





.jpg)
