Idul Adha dan Selayar: Ketika Pengorbanan Menjadi Jalan Persatuan
SeputarSelayar.id |Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan umat Islam, tetapi menjadi momentum spiritual yang mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan total kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Momentum ini juga menjadi ruang refleksi bagi setiap insan untuk kembali menata hati, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar, Hasrullah, menilai bahwa nilai terbesar dari Idul Adha bukan terletak pada besarnya hewan kurban yang disembelih, melainkan pada ketulusan hati dan keikhlasan dalam berbagi kepada sesama.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan kepada umat Islam tentang arti cinta yang sesungguhnya kepada Allah. Ketika perintah pengorbanan datang, keduanya menunjukkan keteguhan iman dan kepatuhan tanpa keraguan. Nilai inilah yang seharusnya hidup dalam diri umat Islam di tengah tantangan kehidupan modern saat ini.
“Idul Adha mengajarkan kita bahwa tidak semua pengorbanan selalu mudah. Ada ego yang harus ditundukkan, ada keinginan pribadi yang harus diikhlaskan, dan ada kepentingan orang lain yang harus lebih diutamakan,” ujar Hasrullah.
Ia mengatakan bahwa semangat kurban juga harus dimaknai sebagai ajakan untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, terutama kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan. Menurutnya, masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan kepedulian bersama.
Hasrullah menegaskan bahwa daging kurban bukan hanya tentang makanan yang dibagikan, tetapi simbol kasih sayang dan persaudaraan yang dirasakan oleh masyarakat kecil. Dari sana lahir kebahagiaan, rasa dihargai, dan harapan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi kehidupan.
Di tengah kehidupan yang semakin individualis, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul adha sebagai momentum memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan. Baginya, masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang mampu saling menjaga, saling membantu, dan saling menguatkan dalam berbagai keadaan.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya memaknai Idul Adha sebagai rutinitas seremonial tahunan. Menurutnya, pemuda harus mampu mengambil hikmah besar dari Idul Adha dengan menjadi pribadi yang bermanfaat, peduli terhadap lingkungan sosial, dan siap berkorban demi kebaikan bersama.
Selain itu, Hasrullah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Kepulauan Selayar yang lebih maju dan sejahtera. Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan, partisipasi, dan kebersamaan seluruh masyarakat.
“Semangat Idul Adha harus menjadi energi untuk bersama-sama membangun daerah. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan seluruh elemen agar pembangunan di Kepulauan Selayar dapat berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai nilai pengorbanan dalam Idul Adha juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, mendukung program pembangunan, menjaga keamanan lingkungan, serta memperkuat semangat kebersamaan demi kemajuan daerah.
Mari di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dijadikan momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar . Terkhusus mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul adha sebagai semangat baru dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, religius, dan mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih baik di masa mendatang.



.jpg)
