Kunker Berakhir di Taka Bonerate, Bupati Selayar Minta Dukungan Sukseskan Program Prabowo
SeputarSelayar.id |KEPULAUAN SELAYAR – Kunjungan kerja (kunker) Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Natsir Ali, didampingi Sekretaris Daerah Andi Abdurrahman bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lima kecamatan wilayah kepulauan resmi berakhir di Kecamatan Taka Bonerate, Rabu (22/4/2026).
Rangkaian kunker yang menyasar sejumlah pulau ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan berjalan di wilayah kepulauan.
Dalam setiap dialog bersama masyarakat, Bupati Natsir Ali secara terbuka menyampaikan kondisi keuangan daerah, termasuk adanya efisiensi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang berdampak pada tertundanya sejumlah program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Selayar.
“Beberapa program infrastruktur memang harus tertunda karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Namun demikian, Bupati Natsir Ali menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak sepenuhnya merugikan daerah. Justru sebaliknya, efisiensi anggaran dari pusat akan kembali dalam bentuk program pembangunan yang lebih besar dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pemotongan dari pusat ini justru akan kembali ke daerah dalam bentuk pembangunan. Nilainya bahkan mencapai ratusan miliar,” jelasnya.
Ia menyebutkan sejumlah program strategis yang akan hadir di daerah, di antaranya pembangunan sekolah rakyat dengan anggaran besar, pengembangan kampung nelayan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan akan mendorong revitalisasi sektor pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah, termasuk bantuan papan multimedia di sejumlah sekolah guna mendukung proses pembelajaran yang lebih modern dan interaktif.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan 33 unit traktor roda empat untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kepulauan Selayar. Tidak hanya itu, bantuan bibit juga disalurkan kepada masyarakat, meliputi bibit kelapa, jambu mete, serta bibit kakao (cokelat) guna memperkuat sektor perkebunan masyarakat.
Di sektor infrastruktur dasar, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut memberikan bantuan pembangunan sumur bor (JIAT) sebanyak 55 dan 17 JIAP titik yang tersebar di sejumlah wilayah kepulauan, termasuk dukungan jaringan irigasi untuk memperkuat ketahanan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Selain itu, pemerintah juga akan rencan menghadirkan program bantuan bedah rumah sebanyak 500 unit, 146 sudah terealisasi bagi masyarakat kurang mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan warga di wilayah kepulauan.
Tidak hanya itu, Kementerian Perhubungan juga merencanakan pembangunan dermaga fery dan pelabuhan plensengan feri di Pulau Madu dan Pulau Rajuni yang saat ini masih dalam tahap proses Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Taman Nasional.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga memperoleh dukungan dari Kementerian Kesehatan berupa bantuan alat kesehatan (alkes) untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.
Jika ditotal, keseluruhan program bantuan dan pembangunan yang akan masuk ke Kabupaten Kepulauan Selayar diperkirakan lebih besar dibandingkan nilai pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, terutama apabila seluruh bantuan yang bersifat non-anggaran atau dalam bentuk barang dikonversikan ke dalam nilai rupiah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita berharap seluruh masyarakat dapat mendukung dan menyukseskan program pemerintah pusat, karena semua ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati berharap pada tahun berikutnya, setelah seluruh program strategis ini terlaksana, pemerintah pusat kembali memfokuskan perhatian pada pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Harapan kita, setelah program-program strategis ini berjalan, pemerintah pusat ke depan kembali fokus pada pembangunan infrastruktur jalan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan, khususnya di wilayah kepulauan.
Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agar seluruh program tersebut dapat terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.
Kunker ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung kebutuhan warga, serta memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar tepat sasaran. (HUMAS-IC)


.jpg)
