Sampah Menumpuk di Tepi Jalan: Ujian Serius bagi Dinas Terkait di Selayar
Seputarselayar.id |Kepulauan Selayar,Minggu Februari 2026— Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan seperti pada foto tersebut bukan sekadar persoalan visual yang mengganggu. Ia adalah gambaran nyata tentang lemahnya tata kelola persampahan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Ketika sebuah kontainer dibiarkan penuh hingga sampah berserakan di sekitarnya, maka yang sedang dipertontonkan kepada publik bukan hanya limbah rumah tangga, tetapi juga kelambanan sistem.
Letaknya yang berada di jalur publik memperlihatkan bahwa persoalan ini terjadi di ruang yang dilalui masyarakat setiap hari. Artinya, ini bukan kejadian tersembunyi di sudut kota, melainkan masalah yang kasat mata. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka wajar bila masyarakat mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan manajemen pengangkutan sampah dijalankan secara konsisten.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Selayar tentu memiliki peran sentral dalam hal ini. Pengelolaan sampah bukan hanya soal menyediakan bak penampungan, melainkan memastikan siklus pengangkutan berjalan tepat waktu dan sesuai dengan volume produksi sampah di titik-titik tertentu. Ketika kontainer meluap, ada dua kemungkinan: volume sampah tidak diantisipasi dengan baik atau jadwal pengangkutan tidak berjalan optimal. Keduanya menunjukkan perlunya evaluasi.
Persoalan ini juga berdampak lebih luas. Sampah terbuka yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat, serta berpotensi menjadi sumber penyakit. Di sisi lain, Selayar yang dikenal memiliki potensi wisata bahari tentu membutuhkan wajah kota yang bersih dan tertata. Citra daerah tidak hanya dibangun melalui promosi, tetapi juga melalui kondisi nyata di lapangan.
Namun demikian, tanggung jawab ini tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya tetap menjadi bagian penting dari solusi. Hanya saja, ketika fasilitas sudah penuh dan tidak segera ditangani, maka beban tanggung jawab kembali pada penyedia layanan. Sistem yang baik seharusnya mampu mencegah kondisi meluber seperti ini sebelum menjadi pemandangan umum.
Momen seperti ini semestinya menjadi bahan refleksi bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi armada, pengawasan lapangan, maupun pola distribusi kontainer. Pengelolaan sampah bukan isu kecil dan bukan sekadar rutinitas teknis. Ia adalah indikator kualitas pelayanan publik.
Selayar membutuhkan tata kelola yang sigap dan responsif, sebab kebersihan kota bukan hanya tentang keindahan, melainkan tentang martabat daerah dan kenyamanan warganya.



.jpg)
